| TKAI digagas oleh "Kelompok Enam"; seorang psikolog yaitu DR. Rose Mini A. Prianto (Bu Romy) dan lima orang guru, yakni Dra. Purwita Andriani (Bu Andri), Dra. Oni Utari (Bu Oni), Dra. Erny Bp. Prasetyanto (Bu Erny), Atih Kurniasih, S.Pd (Bu Atih) & Andalusita Quinta S.Pd (Bu Anda) yang telah berbelas tahun berkarya dalam satu tim, sebagai guru dan konsultan psikologi di sebuah sanggar kreativitas.
Perjalanan TKAI diawali dari sebuah mimpi untuk memiliki sebuah sekolah yang bisa memberi pendidikan tidak saja untuk anak-anak, tetapi juga lingkungannya yang mencakup keluarga dan pengasuh. Sekolah ini diangankan sebagai sekolah yang menyenangkan, yang terjangkau dan bisa dinikmati oleh segala kalangan. Tentunya, walaupun luhur, namun mimpi ini tidak mudah untuk diwujudkan, karena modal (lahir-batin) yang dibutuhkan untuk mendirikan suatu sekolah tidaklah kecil.
Satu prinsip yang dipegang teguh oleh penggagas TKAI dan kemudian juga oleh seluruh staf beserta karyawan yang bekerja di dalamnya, adalah bahwa mereka mendasari segalanya dengan sikap realistis. Walaupun untuk mewujudkan suatu bentuk pendidikan yang ideal memerlukan sumber daya dan kelengkapan yang tak terhitung jumlahnya, namun mereka tidak akan memaksakan diri untuk apa yang mereka tahu , terlalu berat untuk diwujudkan. Langkah dan upaya mereka harus selalu maksimal dengan strategi menempatkan kebutuhan sesuai skala prioritasnya.
Oleh karena salah satu aspek penting dari 'mimpi' kelompok enam ini adalah memiliki sekolah yang dinamis, yang selalu melakukan perubahan sehingga murid tidak merasa jenuh dan bahkan merasa tertarik untuk melihat perubahan yang akan datang, maka semua perlengkapan sekolah dibuat dengan prinsip knocked down dan multi fungsi. Model knocked down dipilih karena lahan TKAI tidak cukup luas untuk menyimpan semua perlengkapan yang ada, sementara multi fungsi didasari pada pemikiran bahwa suatu barang harus selalu bisa digunakan, sehingga keberadaannya tidak sia=sia. Begitulah, contohnya rak barang yang kalau digulingkan bisa difungsikan sebagai panggung, atau kursi belajar yang bisa dijadikan meja dan tangga kecil. Konsep tematik dipilih untuk mewujudkan keinginan menjadikan TKAI sebagai sekolah dinamis, sekaligus menyediakan suasana nyata bagi anak dalam proses belajarnya.
Pada akhir bulan Juli 2002, kegiatan belajar di TKAI dimulai, namun pembukaan resmi baru dilakukan pada tanggal 3 Agustus. Percaya tidak percaya, di hari itu terbukti nyata bahwa mimpi yang dibarengi semangat, komitmen dan motivasi kuat tidak mustahil untuk diwujudkan. Segala keletihan setelah berbulan bekerja rodi mempersiapkan sekolah luruh tak lagi terasa, begitu kelas pertama dimulai, kaki-kaki kecil berlarian hilir mudik dan suara-suara separo sumbang namun gegap gempita menyanyikan lagu-lagu pembuka kegiatan belajar.
Menjelang akhir tahun ajaran 2002-2003, mulailah lagi bergulir gagasan baru untuk mendirikan TK bagi lulusan TBB TKAI. Semangat mereka dipacu oleh pemikiran bahwa setiap peluang dan tantangan wajib dihadapi. Guru-guru TK setiap hari harus bekerja super keras, karena mereka tidak hanya menjalankan program yang sesuai kurikulum yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, tetapi juga memadukannya dengan konsep MI yang merupakan pendekatan yang dipakai oleh TKAI.
Layaknya seorang bocah balita, TKAI dalam usianya yang hampir 5 tahun ini masih terus berupaya menguatkan langkahnya. Perjalanan masih panjang, dan yang pasti, masih banyak cita-cita yang diimpikan, seperti mengadakan program pelatihan untuk para pengasuh, membentuk kelompok "Parenting" dan sejuta gagasan luhur lainnya. Saat ini, berbagai keterbatasan, masih menyebabkan pihak sekolah harus amat sangat cermat menentukan skala prioritas untuk setiap kebutuhan yang ada. Namun belajar dari pengalaman lalu yang sangat berharga, setiap mimpi, semua cita-cita adalah benih yang harus diperjuangkan dengan kerja maksimal. Mudah-mudahan, dukungan dan kerjasama dari seluruh keluarga besar TKAI akan memudahkan perjalanan mewujudkan mimpi-mimpi yang masih tertunda. Dirgahayu TKAI tercinta, teruslah melangkah maju.. mencerdaskan anak Indonesia !!
***************************
dibuat dalam rangka HUT TKAI ke-5, Juni 2007 |